Pendidikan Sebagai Ilmu Pengetahuan
Pendidikan Sebagai Ilmu Pengetahuan
Pendidikan Dalam Kehidupan manusia mempunyai fungsi, antara lain: inisiasi, inovasi, dan konservasi. Inisiasi merupakan fungsi pendidikan untuk memulai suatu perubahan. Inovasi merupakan wahana untuk mencapai perubahan. Konservasi berfungsi untuk menjaga nilai-nilai dasar. Oleh sebab itu, untuk memperbaiki kehidupan suatu bangsa, harus dimulai penataan dari segala aspek dalam pendidikan.
Pendidikan Dalam Kehidupan manusia mempunyai fungsi, antara lain: inisiasi, inovasi, dan konservasi. Inisiasi merupakan fungsi pendidikan untuk memulai suatu perubahan. Inovasi merupakan wahana untuk mencapai perubahan. Konservasi berfungsi untuk menjaga nilai-nilai dasar. Oleh sebab itu, untuk memperbaiki kehidupan suatu bangsa, harus dimulai penataan dari segala aspek dalam pendidikan.
Pendidikan dan ilmu pengetahuan
adalah dua bagian yang tidak dapat dipisahkan. Dalam proses pendidikan terdapat
sebuah ilmu pengetahuan, serta sebalikya dalam proses ilmu pengetahuan itu
terdapat kegiatan pendidikan di dalamnya.
Manusia sebagai mahkluk yang memiliki akal dan pikiran
tentunya memerlukan pendidikan yang baik untuk mendapatkan imu pengetahuan yang
luas guna bekal hidupnya di kemudian hari. Ilmu pengetahuan yang didapatnya itu
tentu mampu menambah wawasan serta pandangan hidupnya untuk mewujudkan tujuan
yang dikehendakinya.
Menurut UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Jilid V menyatakan
Bahwa Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau
kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan
pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.
Dari definisi diatas maka dapat ditarik
kesimpulan bahwasanya pendidikan merupakan proses yang sengaja diwujudkan untuk
mengembangkan kemampuan intelegensi dan religi manusia (John Dewey).
Ilmu pengetahuan merupakan hasil dari
proses pendidikan yang tersusun secara sistematik dan terukur. Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang
yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan
untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. ( KBBI edisi V, Badan pengembangan dan
Pembinaan bahasa, Kemendikbud 2016), sedangkan menurut minto rahayu (2007) Ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun
secara sistematis dan berlaku umum, sedangkan pengetahuan adalah pengalaman
yang bersifat pribadi/kelompok dan belum disusun secara sistematis karena belum
dicoba dan diuji. Pudjawidjana (2015) mengartikan pengetahuan sebagai suatu reaksi
yang ada pada manusia dengan segala rangsangan yang terjadi pada alat indranya
untuk melakukan pengindraan jauh pada objek tertentu.
Dari
Pernyataan diatas maka ilmu pengetahuan dapat diartikan sebagai hasil dari
sebuah proses yang dilakukan secara sistemik dengan mengoptimalkan peran alat
indra pada manusia. Ciri khas dari Ilmu Pengetahuan itu sendiri terletak pada
objek studi, metode, serta sistematika penyusunannya
Pendidikan dan ilmu pengetahuan dapat diperoleh dari
berbagai sumber diantaranya Mengutip teori tabularasa
(john Locke) yang diutarakan oleh yayan sopyan,M.Pd dalam perkuliahannya
bahwasanya manusia yang baru dilahirkan ke dunia ini ibarat kertas putih yang
tak bernoda, yang menjadikan kertas itu hitam atau putih adalah orang tuanya sendiri , dari teori ini
maka dapat disimpulkan bahwa proses pendidikan dan transfer ilmu pengetahuan
pada manusia dimulai sejak ia hadir di
dunia ini. Pada awal mula kehidupannya di dunia, manusia (Bayi) mulai belajar
memahami (adaptasi) alam baru disekitarnya. Mulai dari belajar bernafas,
memenuhi kebutuhan jasminya, dan mengekspresikan keinginannya. Orang tua
sebagai manusia terdekat tentu akan belajar memahami karakter anak mereka.
Proses transfer pendidikan dan ilmu pengetahuan terjadi ketika dimulainya
komunikasi antara keduanya, baik komunikasi searah maupun dua arah. Menurut Lusiana Rahmawati,M.Pd (2017) dalam
perkuliahannya menyatakan bahwa 50 %
karakter seseorang terbentuk dari lingkungan keluarga, 30 % di lingkungan
sekolah dan 20 % dilingkungan masyarakat. Pembentukan karakter tersebut terjadi
dari proses transfer pendidikan dan ilmu pengetahuan yang diberikan keluarga
kepada anak-anaknya. Dari pendapat diatas maka diketahui bahwa keluarga
memiliki porsi terbesar dalam pengembangan karakter dan ilmu pengetahuan manusia.
Selain Lingkungan keluarga, pendidikan dan ilmu
pengetahuan juga diperoleh dari sekolah/lembaga pendidikan. Menurut Lusiana
Rahmawati,M.Pd (2017) 30% Pembentukan Karakter dan peningkatan ilmu pengetahuan
didapat dari sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Lingkungan sekolah
merupakan lingkungan yang tepat dalam mendapatkan pendidikan dan ilmu
pengetahuan. Sekolah yang pada umumnya menerapkan berbagai aturan akademik dan
memiliki kurikulum akan mampu mengarahkan manusia untuk berfikir secara
sistemik dan sesuai dengan kaidah kaidah keilmuan yang sudah ditentukan.
Tentunya hal ini menjadi penting karena disinilah manusia mulai belajar
mendapatkan ilmu pengetahuan bukan hanya secara teoritis tetapi juga praktek
nyata yang batasan batasan nya telah ditentukan
Manusia adalah makhluk
sosial yang dalam kehidupannya sehari hari membutuhkan bantuan dari manusia
lainnya. Menurut Waluyo Mahkluk
sosial adalah mahkluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya , saling
membutuhkan satu sama lain. dari pernyataan diatas dapat diartikan bahwa
terjadi hubungan timbal balik antar manusia.
Dalam perkembangannya terjadi proses transfer pendidikan dan ilmu
pengetahuan melalui berbagai kegiatan yang terjadi di sekitar manusia itu
sendiri. Proses itu secara tidak langsung menjadi sarana manusia untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Contoh
nyata dalam kehidupan msyarakat adalah ketika terdapat kegiatan kegiatan sosial
kegamaan , diantaranya kerja bakti lingkungan, pengajian di majlis taklim,
serta kegiatan sarasehan warga mengenai lingkungannya. Pada kegiatan tersebut baik disadari atau
tidak telah terjadi proses pendidikan
dan transfer ilmu pengetahuan.
Berdasarkan ketiga sumber
diatas maka dapat disimpulkan bahwa sumber pendidikan dan ilmu pengetahuan
berasal dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat
Pendidikan pada
dasarnya memiliki objek material baik
hal yang konkret maupun abstrak sebagai bahan penelitian atau pembentukan
pengetahuan. Pada pendidikan yang menjadi objek material konkret adalah peserta
didik, sedang yang menjadi objek material abstrak adalah metode pendekatan, proses
pembelajaran , serta hasil pembelajaran.
Pendidikan bertujuan untuk
menggali dan mengembangkan segala potensi yang ada pada diri manusia seoptimal
mungkin sehingga memudahkan hidupnya untuk mencapai suatu kompetensi yang
diharapkan
Ilmu
pengetahuan sendiri memiliki syarat untuk disebut sebagai ilmu pengetahuan yakni
jika memiliki 3 (tiga) kriteria yakni terdapatnya objek yang diteliti,penggunaan
metode yang sesuai serta penggunaan sistematika tertentu. Ilmu pengetahuan yang
didapat tentu akan memudahkan manusia untuk mengidentifikasi, menganalisis,
serta memecahkan permasalahan tertentu berdasar pengalaman yang dilalui
sebelumnya
Pendidikan
dan ilmu pengetahuan memiliki
keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya sama sama memiliki
objek,metode , serta sistematika tertentu. Pendidikan sebagai ilmu pengetahuan
berarti Pendidikan sebagai sarana yang tepat untuk mendapatkan berbagai wawasan
yang didapat dari hasil kajian, penelitian , serta tindakan yang tepat berdasar
sistematika tertentu sehingga berguna bagi manusia itu sendiri.
Komentar
Posting Komentar