Fabel : Kera Bertanduk Rusa



  Pagi itu suasana hutan rimba riuh rendah, beberapa penghuninya sedang ramai membicarakan sesosok Kera bertanduk rusa. Kera  itu sering mengganggu warga hutan  bahkan  sering kali ia merampas makanan warga lain padahal ia pun masih memiliki banyak makanan di rumahnya. Hal ini terdengar oleh Kancil. Kemudian ia menemui Singa sang raja hutan untuk bermusyawarah perihal kelakuan si kera ini.

“baginda , apakah baginda sudah mendengar tentang perilaku kera yang meresahkan warga hutan?”. Kancil membuka pembicaraan.
“ aku sudah mendengarnya kancil, tapi aku sendiri tak berani menghadapinya. Dia memiliki tanduk  yang sakti”.
“hmm, baiklah baginda saya punya ide “. Kancil berbisik kepada singa.

Sepulang dari istana sang raja, kancil mengumpulkan beberapa hewan lainnya. diantara mereka adalah raki si burung merak, domo si komodo, dan Bonti si banteng hutan.

“baiklah kawan-kawan dengarkan baik-baik rencana ini. Raki kamu berpura-pura diam diatas pohon dan memekarkan ekormu, Domo kamu bertugas mempengaruhi kera, sedang kamu Bonti bertugas menarik tali sekuat tenaga begitu mendapat isyarat dariku”. kata si kancil.

Setelah bermusyawarah dan mematangkan rencana, mereka kemudian mencari dimana si kera itu berada hingga akhirnya mereka menemukannya sedang bermain di pinggir hutan.

“ hei kera, tahukah kamu bahwa bulu merak bisa membuatmu lebih sakti ? Bulu merak dapat membuat mu terbang”. Ucap Domo
“ ah tidak mungkin, kau jangan mengada-ada domo”. Ucap kera
“ jika kau tidak percaya , ambillah bulu merak itu kemudian ikat ke tandukmu dengan tali yang tergantung disana”. Tambah Domo.

Kera pun terpengaruh, dia mengikuti saran dari Domo, setelah bergelayut di beberapa pohon ia pun melihat bulu ekor si merak. Dengan perlahan, kera mendekati si Merak kemudian mencabut bulu ekornya. Setelah itu diikatnya bulu itu ke tanduknya menggunakan tali. Kera pun mencoba untuk terbang namun tak berhasil.Setelah beberapa saat tali yang terikat ke tanduknya tadi ditarik sekuat tenaga oleh bonti si banteng perkasa hingga tanduk itu terlepas dari kepalanya.
Kera yang sombong dan serakah itu meringis kesakitan kemudian  pergi dari hutan itu selamanya. Kesombongan dan keserakahannya lah yang akhirnya mengalahkannya.  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part 3 : Konspirasi Global Organisasi Dodol

Teori Perkembangan Peserta Didik