Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Satire : Naik Ke atas turun Ke Bawah

Gambar
Selepas kuliah, Satire berkunjung ke rumah franky. Dia bermaksud menanyakan lowongan pekerjaan. sebagai sesama pendatang dari luar pulau jawa hubungan mereka memang cukup erat. “permisii.. frank..fraankyy..”   Satire memanggil dari luar.   “eh bung, kirain siapa,   ayo masuk” ajak franky “di teras saja, beta (saya)   rasa gerah” ‘baiklah, silahkan duduk bung” “frank, se (kamu) tau ada lowongan pekerjaan kah?” tanya satire “bukannya bung sudah bekerja?” tanya franky kembali “beta memang sudah bekerja tapi gaji yang beta dapat tak cukup buat beta makan. Siapa tau bung ada info lowongan kerja, tolong beta kasih berita ” “ada sih bung, tapi nanti beta harus tanya dulu ke babah Aliong ya bung” “baiklah bung” Wajah Satire mendadak sendu. Dia tertunduk ,sudut matanya hendak meneteskan airmata. Isyaratkan ada   kesedihan mendalam yang sedang ia rasakan. “kenapa bung bersedih?”tanya franky “beta sedih mendengar kabar mai(ibu) dirawat ”...

Part 5 : KOnspirasi Global Organisasi Dodol

Gambar
“ bang , aku pengen bikin organisasiku berkembang. Gimana caranya ya bang?” tanya franky pada bang Ucok “gampanglah”. Jawabnya enteng “gimana bang?” “Kau tiup nanti juga dia berkembang. Hahahahaa” “ciusss bang?” “ciuus lah, tak semua kalimat harus kau artikan secara normatif.  coba kau pahami maknanya” “duuh, kagak ngerti bang” “kau ini, katanya mahasiswa. Tapi tak mampu menangkap bahasa aku. Payah kau” “maklumlah bang, mahasiswa kerupuk.hahahahahaa” canda Franky “abang mau jelasin sama kau, tapi ada syaratnya" ‘apa bang?” “es teh manis dan 4 buah bakwan. Gimana?” “siap lah bang” Franky pun berjalan menuju warung depan pabrik kerupuk. Mpok Romlah sang empu warung menyambutnya. “mau pesan apa nak franky?” sapa mpok Romlah “es teh manis dua, bakwan empat. Bang ucok ya mpok nanti yang bayar” setelah mendapatkan pesanannya dengan penuh semangat franky bergegas menuju kursi tempat bang ucok duduk. “niihh bang, pesenan buat abang tercinta sudah dat...

6J - Janji Joni dan Jono Jika (tak) Jadi Jomblo

Gambar
Di sebuah kamar kos hiduplah sepasang tikus buruk rupa ups maaf   maksudnya dua orang pemuda   (jangan dibaca :buruk rupa)   yang hidup rukun dan bersahaja. Kedua pemuda ini hidup penuh dengan kesederhanaan dan kebersamaan. Filosofi senasib sepenanggungan menjadi falsafah hidup mereka berdua.   Senasib sering telat dapat kiriman dari orangtua, sepenanggungan   saat kompak bersama pasang muka tebal saat ngutang makan   ke warung samping kosan. “ah sontoloyo, ngasih tugas kok macem-macem” ketus joni bersungut-sungut memonyongkan bibirnya yang memang sudah monyong..wkwkwkwkk.. “kenapa lu jon, dateng-dateng maen ketawa aja. hahahahaha”. Goda jono yang lagi miring. “asem lu , orang lagi termosi malah digodain”. Ucap joni yang lagi-lagi mencoba memonyongkan bibirnya lebih monyong. “emosi joonn, emosii bukan termosi..!!”. Timpal jono yang mulai tegak “terserah gue, mulut-mulut gue kenapa lu yang sewot. Lu tuh sebagai temen harusnya peka sama gu...

Part 4: Konspirasi Global Organisasi Dodol

Gambar
                                                   sumber gambar :https//plukme.com Sibo begitu ia biasa dipanggil memang bukan penulis hebat sekelas Kang Usep Saefuddin dengan buku Ide Fantastis Matematika Cerianya atau sekaliber Prima Danu Astri Susanti dengan buku Renjana Hati Nesa-nya yang belakangan menjadi trending tropic di jagat maya. Sibo hanya mahasiswa tingkat dua yang menjadikan kegiatan menulis sebagai tempat untuk mengisi waktu senggangnya saja. Namun meski begitu Sibo sudah menghasilkan beberapa karya yang mungkin hanya tinggal menunggu waktu untuk dipinang para penerbit.   Ngareeppp... hahahaha.. Beberapa kali Sibo meminta Franky untuk membaca karyanya. Naskah   Buku berjudul   The Story Of A woman Called #Wati, Cerpen anak Kisah Pangeran Bangsa dan Eyang Pancasakti, Jupri Si Detektif Cilik, cerita fabel Randai si Kura...

Part 3 : Konspirasi Global Organisasi Dodol

Gambar
Sore ini Franky mengunjungi rumah bos tempatnya bekerja , babah Aliong. Dia bermaksud untuk meminjam uang kepadanya karena pihak Tata Usaha kampus tempatnya kuliah mulai cerewet menagih tunggakannya. Di depan teras rumah babah Aliong tampak seorang bocah gempal berusia sekitar sebelas tahun sedang duduk membaca sebuah buku. “ lagi baca apaan lu tong?". tanya franky. “ eh bang franky, ini bang   lagi baca komik superman”.  Jawab Entong membetulkan kaosnya yang naek hampir kedada. “lu suka baca tong?". “iya bang, apalagi komik kayak ginian, mantap banget dah. Jagoannya super bang, kagak pernah kalah”. Jawab entong polos “ syukur dah kalo lu suka baca, abang yakin lu nanti bakal jadi orang besar tong”. sindir franky sambil menepuk perut entong “ tumben abang main kesini. Biasanya abang   kesini cuma pas mau gajian doang”.   Entong balik menyindir cengengesan “kampret lu tong, nih gue mau kasih lu buku”. “buku apaan bang?” “kumpulan cerpen ana...

Part 2 :Konspirasi Global Organisasi Dodol

Gambar
Sebuah buku berjudul The Story Of A Woman Called #Wati karya seorang mahasiswa tingkat dua di kampusnya menemani waktu istirahatnya siang itu . Judul buku yang dibuat mirip dengan sebuah buku best seller karya Rudy Valinka   itu menceritakan perjalanan hidup seorang perempuan bernama Wati.   Mulai dari kisah percintaan, problematika dalam pekerjaan hingga romantika pengalamannya dalam   memimpin sebuah organisasi. Dibacanya dengan seksama buku itu, mencoba menggali makna yang terkandung dalam setiap kalimat yang tersaji. “woi, lagi baca apaan   kau,   bokep ya?”. tanya ucok   kawannya yang memiliki jabatan sebagai kepala marketing kerupuk. “ah kau ini bang , bikin kaget aku saja bang”. franky mencoba menjawab dengan logat batak   “ini bang, aku lagi baca buku karya temanku”. Sambung franky “bah, hebat benar kawan   kau,   sudah bisa bikin buku. Emang apa isinya sampai kulihat kau begitu serius baca buku itu?”. Tanya  ...

Konspirasi Global Organisasi Dodol

Gambar
Franky Sakukurata, pemuda berusia dua puluh tahun     blasteran  Makasar dan tokyo   berperawakan tinggi kurus bermata sipit itu berusaha menguatkan kaki-kakinya untuk menaiki tangga. Dikumpulkannya semua energi yang ada sisa bekerja seharian di sebuah pabrik di pinggiran kota ini.   Diujung tangga itu beberapa mahasiswa tampak sedang mendiskusikan sesuatu. Secarik kertas tergenggam di jari-jemari mereka. Seorang pemuda yang mengenakan almamater kampus seperti sedang menginstruksikan sesuatu kepada rekan-rekannya. Ingin rasanya Franky bergabung dengan mereka, mengutarakan ide maupun gagasan yang berlimpah ruah di otaknya. Namun apa daya, waktu membatasinya. Sebagai seorang pekerja tentu dia harus bisa membagi waktunya dengan baik. Jangankan untuk ikut berorganisasi, untuk mengikuti jadwal perkuliahan saja ia sering keteteran. Selepas mengikuti perkuliahan Franky bermaksud untuk segera pulang. Namun beberapa pengurus organisasi kemahasiswaan tiba-tiba...