6J - Janji Joni dan Jono Jika (tak) Jadi Jomblo
Di sebuah kamar kos hiduplah sepasang
tikus buruk rupa ups maaf maksudnya dua
orang pemuda (jangan dibaca :buruk rupa)
yang hidup rukun dan bersahaja. Kedua pemuda
ini hidup penuh dengan kesederhanaan dan kebersamaan. Filosofi senasib
sepenanggungan menjadi falsafah hidup mereka berdua. Senasib sering telat dapat kiriman dari
orangtua, sepenanggungan saat kompak bersama
pasang muka tebal saat ngutang makan ke
warung samping kosan.
“ah sontoloyo, ngasih tugas kok macem-macem” ketus
joni bersungut-sungut memonyongkan bibirnya yang memang sudah
monyong..wkwkwkwkk..
“kenapa lu jon, dateng-dateng maen ketawa aja.
hahahahaha”. Goda jono yang lagi miring.
“asem lu , orang lagi termosi malah digodain”.
Ucap joni yang lagi-lagi mencoba memonyongkan bibirnya lebih monyong.
“emosi joonn, emosii bukan termosi..!!”. Timpal
jono yang mulai tegak
“terserah gue, mulut-mulut gue kenapa lu yang
sewot. Lu tuh sebagai temen harusnya peka sama gue, plis dong peka...pekaa..!” ucap joni memasang muka melas bak nobita yang
memohon kantong ajaib kepada doraemon.
“ya udah deh gua peka, coba lu ceritain”. Jawab
jono sambil menyuapi joni dengan sebuah roti tawar. Roti tawar yang kadaluarsa.
Hahahaa..
Joni dengan wajah sadis eh tragis
mulai menceritakan kejadiannya. Hari itu dia hampir saja berpapasan dengan
seorang dosen yang ngasih dia tugas minggu lalu. Berhubung dia belum
mengumpulkan tugas dia pun berusaha
untuk sembunyi menutupi wajahnya dengan jaket almamater. Jarak antara dia
dengan dosen itu semakin dekat. Perpaduan wangi parfum sang dosen dan bau badan
khas joni menyeruak di lorong itu. Beberapa mahasiswa yang berlalu diantara
mereka pun terkena radiasi dari kontaminasi parfum dan bau badannya. Satu persatu
mereka tergeletak bak prajurit yang diterjang peluru tajam musuh.... eeeeiiit, salah jurusan.. balik lagi ketopik
nngeeeengg....
Jadi, ketika ia hampir saja berpapasan
dengan sang dosen ternyata ia berkata “hufh, kaya ada bau kampret nih” sambil
menatap seorang mahasiswa yang berpapasan dengannya, yakni joni. Merasa terhina
naluri kelaki-lakiannya pun bangkit. Dengan semangat berapi-api bak pejuang
kemerdekaan dalam perang melawan penjajah dia pun memelototkan matanya,
menguatkan tekadnya dan sudah bersiap dengan kepalan tangan untuk meninju wajah
sang dosen. .....hheeppfttt......
Sekelebat bayangan gadis berwajah
manis nan rupawan yang sedang tersenyum tertangkap oleh sudut matanya. Api yang
berkobar membara didalam dada seketika padam oleh manisnya asmara eh salah maksudnya
oleh manis senyumnya. Kepalan tangan yang begitu kuat menjadi lemah tak berdaya
laksana konsumen yang didatangi debt collector. Mengkeruutt..
Bang Ucok eh Sang dosen yang menyadari
kehadiran Joni segera melindungi gadis itu dengan berusaha mengalihkan perhatiannya dari godaan
setan yang terkutuk dalam sosok berwujud Joni.
“Ani, kamu tadi belum tanda tangan absen ya?”
tanya dosen kepada gadis bernama Ani itu.
“eh iya pak, saya lupa.hehehe”. jawab ani
“ya udah nih tanda tangan dulu”. pinta sang dosen
“ iya pak makasih”.
Percakapan antara Ani dan Dosen sungguh membuat sakit hati Joni. Sekitar dua langkah jarak antara mereka. Joni
yang menyaksikan peristiwa bak tragedi di depan mata itu secara tak sadar
melantunkan sebuah lagu.
“aku sakiiittt...akuuu sakiitt hatiiii” syair lagu
yovie n nuno meluncur deras dari mulut joni. Maklumlah, sudah lama Joni naksir
sama Ani, gadis berbodi aduhai dengan tinggi semampai bak model majalah ternama
itu memang idaman setiap lelaki .
“plaaaakkk” tamparan dari sebuah map mendarat
mulus di pipinya yang tak rata.
“Joniiii... mana tugas kamu?” tanya dosen sambil
menunjukkan jarinya ke arah joni.
“anuuu pak.. anuuuu”. Joni gelagapan penyamarannya
terbongkar.
“kemarin laptop saya hilang pak” joni memelas
“emang kamu punya laptop?” tanya dosen
“anuu pak anuu.. enggak pak , saya gak punya...”
mulai ngeles
“terusss?”
“itu laptop tetangga pak”tambah kacau
“teruuss”
“tetangga saya dapet minjem dari tetangganya pak”
makin kacau
“Teruuuuuussssss”
“ tetangga itu dapat minjem juga dari ani pak”. Sambil
memandang wajah ani yang bak bidadari
“apaa?!!”
“eh maksud saya dari anuu pak anuu..” mulut Joni
meracau tak karuan
“Plaaakkk’ sekali lagi tamparan sekelas hantaman john
Mcgregor mendarat di pipinya.
“Jonii..!!” teriak sang dosen.
‘iiiyyaa pak, iiyyaa....” bersujud memelas memohon
ampun selaksa hamba sahaya yang hendak dipancung atas kejahatannya.
“kamu baca
halaman 132 , terus kamu kerjakan. Minggu depan saya tunggu hasilnya !”.
perintah sang dosen, tegas.
Bak seekor tikus yang terjebak disudut sebuah
ruangan dengan seekor kucing tanpa berpikir panjang ia pun mengiyakan titah
sang dosen.
***
“oh gitu ceritanya, ya udah gampang. Tinggal lu
kerjain aja tugasnya” ucap Jono enteng.
“ nah itu dia masalahnya” mulai kesal
“masalah apalagi sih joniiii...??” tanya jono
gereget
“si ani nya itu jon”tambah kesal
“lho kok si Ani??” Jono keheranan
“itu dia jon, setelah gua baca tugasnya ternyata
gue disuruh observasi perilaku tikus selama seminggu dirumah ani”. Joni mulai
menjelaskan.
“lha enak dong, lu bisa ketemu sama ani tiap hari”
“enak pala lu peyang” ketus Joni
“lho, kok?”
“masalahnya gue observasi bukan di dalam rumahnya”.
“teruus:”
“ gue disuruh ngobservasi tikus di kandang sapi
miliknya”. Ucap joni pedih membayangkan bau kandang sapi yang akan berpadu
dengan bau badannya.
Harga diri Joni terinjak-injak. Martabatnya sebagai seorang
lelaki jatuh terhempas ke dalam jurang kenestapaan. Tak ada lagi harapan untuk
mendekati Ani, sang pujaan hati. Gadis mana yang sudi mendekati seorang pemuda
yang memiliki perpaduan bau antara tikus got dan kotoran sapi.
Semalaman Joni menangis, meratapi nasibnya yang
penuh nestapa. Dalam kelelahan sedihnya joni tertidur lelap berselimut sarung bau
pengar milik Jono.
****
“jon..joniii. banguun nih sarapan udah siap” Jono menarik-narik
sarungnya joni.
Joni pun terbangun, dilihatnya Jono sudah
melangkah menuju kamar mandi. Di depan wajahnya teronggok piring berisi dua buah pisang goreng sisa kemarin
.
“tiiinngt...tiingg..tiinngg..tiiinngg”
Tiba-tiba handphone jono berbunyi, ada pesan yang
masuk. Joni yang memang jelalatan langsung melihat isi pesan itu.
“sampaikan sama joni, hari ini dia mulai
observasi.”
Gubbrraaakk......
??!@#$%^&*()!@#$&*(?><lol
(bersambung)

Komentar
Posting Komentar