Part 4: Konspirasi Global Organisasi Dodol


                                                  sumber gambar :https//plukme.com

Sibo begitu ia biasa dipanggil memang bukan penulis hebat sekelas Kang Usep Saefuddin dengan buku Ide Fantastis Matematika Cerianya atau sekaliber Prima Danu Astri Susanti dengan buku Renjana Hati Nesa-nya yang belakangan menjadi trending tropic di jagat maya. Sibo hanya mahasiswa tingkat dua yang menjadikan kegiatan menulis sebagai tempat untuk mengisi waktu senggangnya saja. Namun meski begitu Sibo sudah menghasilkan beberapa karya yang mungkin hanya tinggal menunggu waktu untuk dipinang para penerbit.  Ngareeppp... hahahaha..
Beberapa kali Sibo meminta Franky untuk membaca karyanya. Naskah  Buku berjudul  The Story Of A woman Called #Wati, Cerpen anak Kisah Pangeran Bangsa dan Eyang Pancasakti, Jupri Si Detektif Cilik, cerita fabel Randai si Kura-kura Pandai, hingga buku non fiksi berjudul Mengenal Perkembangan Peserta Didik adalah naskah-naskah buku yang pernah dibaca oleh Franky. Pandangan  dan pendapat yang diberikan oleh Franky dijadikannya sebagai salah satu bahan untuk perbaikan naskahnya.

***
 Dalam rangka memperingati Dies Natalis yang ke 4 pihak kampus mengadakan lomba menulis cerpen bagi para mahasiswanya. Franky merasa tertarik untuk mengikuti lomba itu. Namun satu masalahnya, ia merasa belum mampu membuat sebuah cerpen yang  menarik untuk dibaca.

“kang, gimana sih caranya bikin cerpen?:” tanya Franky kepada Sibo
“cieee.. mau ikut lomba ya?”. Sibo balik nanya.
“hehehe, iya kang.lumayan hadiahnya bisa buat nombokin sewa kontrakan.” Jawab Franky
“gini aja. Sekarang kan pembelajaran 4.0 jadi sebelum saya ajarin baiknya kamu cari referensi di perpustakaan kampus.  Kamu pahami isinya terus kamu coba buat satu cerpen!” ucap Sibo memberi petunjuk.
 “saya udah nyari ke perpus kampus kang,  tapi karya fiksinya cuma sedikiiit”, timpal Franky.
“masa sih, kampus terkenal dengan perpustakaan sebesar ini cuma sedikit karya fiksinya?” tanya Sibo keheranan
“suweerr kang, Cuma seuprittt”, tandas Franky sambil menjentikkan jarinya.
“gimana kalo saya pinjem naskahnya akang saja. hehehe”. franky merajuk.
“ya udah, ntar saya kirimin pdf nya”. Jawab Sibo
“hehehe, makasiiiiihh”

Malam itu sepulang kuliah Franky mampir ke rumah babah Aliong dengan maksud numpang Wifi buat ngedownload pdf dari kang Sibo. Seizin babah Aliong ia pun memasuki kamar Entong dimana sebuah komputer dan mesin printer berada. Di dalam kamar itu ia melihat sebuah keresek merah berlapis minyak sayur yang sepertinya ia tau betul bekas apa keresek itu.

“Woi bang, main nyelonong aja masuk kamar entong” ucap entong tiba-tiba masuk kamarnya.
“ini namanya sidak tong, alias inspeksi mendadak, abang kan sama babah lu dikasih tugas buat ngawasin lu tong”. Franky coba ngeles.
“ya elah  mau numpang wifi aja pake alesan sidak segala. Udah kaya koruptor yang kena OTT aje cari-cari alesan”. Canda entong sambil merebahkan badannya di kasur.

Naskah yang diunduh sudah diprint, Franky pun pamit pulang kepada babah Aliong dan kepada Entong.
“bang, goceng dulluuu...!” pinta entong menengadahkan tangannya sambil mengedip-ngedipkan mata.
“ah dasar kampret lu”. balas franky mendaratkan jitakan mulus di atas kepalanya.

Semalaman franky membaca naskah –naskah tersebut. Setelah memahami susunannya ia pun berusaha membuat  cerpennya sendiri. Tak terasa 1000 kata terangkai sudah menjadi ratusan kalimat yang terbentuk dalam beberapa paragraf. Setelah beberapa kali di edit ia pun menyerahkan naskahnya kepada kang Sibo.
“udah oke Frank, sok kirimin aja kepanitia”kang sibo memberikan saran.
***
Pengumuman pemenang lomba sudah terpajang di mading kampus. Dari lima karya terbaik tak ada satupun nama Franky tercantum disana. Ia merasa sedih, pupus sudah harapannya untuk mendapatkan hadiah yang bisa digunakannya untuk menombok sewa kontrakannya yang tertunggak. Sudah jatuh tertimpa tangga itulah yang dirasakan olehnya ketika Dadang sang juara pertama lomba cerpen berjalan pongah melewatinya.
“sorry-sorry kate yee, sang juara mau lewat. Hahahahahaha,...”. Ejek dadang sambil tertawa diikuti teman-teman sekomplotannya.
  
“Ah sudahlah, mungkin aku memang tak berbakat jadi penulis” ucap franky sedih.

Sepekan berlalu sudah, kekecewaan karena tak berhasil jadi juara sudah ia lupakan. Namun beberapa saat kemudian tersiar kabar bahwa Dadang sang juara ternyata menggunakan naskah hasil plagiasi. Pantas saja sudah tiga hari ini ia tak melihatnya,sepertinya Dadang merasa malu setelah ketahuan oleh panitia apalagi  setelah ditelisik lebih jauh ditemukan bahwa naskah tersebut merupakan hasil karya seorang penulis kenamaan yang karyanya sudah lalu lalang di Gramedia Store dengan nama pena Sen Shaka yang tak lain adalah suami dari wali dosennya sendiri. Entah hukuman apa yang bakal diterimanya dikemudian hari, franky tak sanggup membayangkannya. Serreeemmm dah..hihihihi...

“juara karena plagiasi??? Ah sorry laaahh, itu bukan gaya gue...!!”. ucap Franky dalam hati penuh bangga yang sesaat kemudian mengelus-elus keningnya memikirkan kemana lagi nyari uang buat nombokin sewa kontrakannya yang udah telat 3 bulan.

NB : Jika ada pembaca yang mau bantu nombokin sewa kontrakan Franky silahkan hubungi kang Sibo,babah Aliong atau bisa juga titip pesan lewat Entong. Inget ya nitip pesan, bukan nitip uangnya. Kalo nitip uang bisa-bisa diabisin si Entong jajan di Warung mpok Lela. hehehehe...

(bersambung)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part 3 : Konspirasi Global Organisasi Dodol

Teori Perkembangan Peserta Didik

Fabel : Kera Bertanduk Rusa