Satire : Naik Ke atas turun Ke Bawah
Selepas kuliah, Satire berkunjung ke rumah franky. Dia bermaksud menanyakan lowongan pekerjaan. sebagai sesama pendatang dari luar pulau jawa hubungan mereka memang cukup erat. “permisii.. frank..fraankyy..” Satire memanggil dari luar. “eh bung, kirain siapa, ayo masuk” ajak franky “di teras saja, beta (saya) rasa gerah” ‘baiklah, silahkan duduk bung” “frank, se (kamu) tau ada lowongan pekerjaan kah?” tanya satire “bukannya bung sudah bekerja?” tanya franky kembali “beta memang sudah bekerja tapi gaji yang beta dapat tak cukup buat beta makan. Siapa tau bung ada info lowongan kerja, tolong beta kasih berita ” “ada sih bung, tapi nanti beta harus tanya dulu ke babah Aliong ya bung” “baiklah bung” Wajah Satire mendadak sendu. Dia tertunduk ,sudut matanya hendak meneteskan airmata. Isyaratkan ada kesedihan mendalam yang sedang ia rasakan. “kenapa bung bersedih?”tanya franky “beta sedih mendengar kabar mai(ibu) dirawat ”...