Part 2 :Konspirasi Global Organisasi Dodol



Sebuah buku berjudul The Story Of A Woman Called #Wati karya seorang mahasiswa tingkat dua di kampusnya menemani waktu istirahatnya siang itu . Judul buku yang dibuat mirip dengan sebuah buku best seller karya Rudy Valinka  itu menceritakan perjalanan hidup seorang perempuan bernama Wati.  Mulai dari kisah percintaan, problematika dalam pekerjaan hingga romantika pengalamannya dalam  memimpin sebuah organisasi. Dibacanya dengan seksama buku itu, mencoba menggali makna yang terkandung dalam setiap kalimat yang tersaji.

“woi, lagi baca apaan  kau,  bokep ya?”. tanya ucok  kawannya yang memiliki jabatan sebagai kepala marketing kerupuk.

“ah kau ini bang , bikin kaget aku saja bang”. franky mencoba menjawab dengan logat batak  
“ini bang, aku lagi baca buku karya temanku”. Sambung franky

“bah, hebat benar kawan  kau,  sudah bisa bikin buku. Emang apa isinya sampai kulihat kau begitu serius baca buku itu?”. Tanya  ucok sambil mengusap-usap perutnya yang buncit.

“baca aja lah bang sendiri. biar abang tau sendiri isinya”. Jawab ucok

“kau ini, aku ini cuma tamatan sekolah dasar. Baca buku setebal ini bisa-bisa sampai kiamat datang pun aku belum tentu paham isinya.” Cerocos ucok

“eh gimana kuliah  kau. Tak ada si komo lewat kan, maksudku lancar-lancar saja kan?” tanya Ucok sambil mengamati sebuah bakwan yang tersaji di meja.

“itulah bang, lagi ada problem sebenarnya di kampusku”.jawab franky yang  segera mengambil sebuah bakwan yang mulai diintai oleh ucok.

“bah, macam  rumah tangga saja ada problem segala”. Ucok mulai duduk di sebelah franky, matanya mencari-cari letak bakwan yang diintainya tadi.

“coba kau ceritakan problem  kau. Abang ini kan udah puluhan tahun bergelut dengan problem. Siapa tahu abang bisa bantu”. Sambungnya sambil menghela nafas panjang  melihat bakwannya hilang entah kemana.

Yups, Bang Ucok memang sudah puluhan tahun bergelut dengan problem. Maklumlah dulu ia adalah seorang pimpinan kuli ilegal yang cukup disegani di Tanjung Priuk sehingga sudah cukup sering dia mengalami problem terutama sekali problem dengan aparat kepolisian dan juga problem dengan istrinya akibat jatah setoran yang kurang. Baginya problem adalah  sarapan yang harus dimakan setiap pagi. Suka atau tidak dia tetap harus melahapnya dan merubahnya menjadi energi setidaknya sampai nanti ketika tiba waktu untuk makan siang yang mungkin saja bermenu problem lagi.

Franky pun  menceritakan kepada bang Ucok problem yang ia alami. Meski menyadari bahwa bakwan yang diintainya telah hilang tapi bang ucok tetap mendengarkan ceritanya dengan seksama.

“nah jadi gitu bang ceritanya”

“frank, kau  tau kenapa abang dipercaya puluhan tahun jadi kepala kuli di tanjung priuk?”. Tanya ucok sambil menyeka wajahnya yang berminyak. Minyak kerupuk. Hehehe...

“emang kenapa bang, ?” ucap franky ingin tahu

“karena abang tak pernah menyakiti hati mereka”. Jelas ucok.

“maksudnya gimana bang, emang abang pacaran sama mereka?” canda franky.

“kau ini, aku serius kau  malah bercanda”. Sedikit kesal karena tak jua menemukan bakwan yang disembunyikan franky

“eh iya bang maaf, terus gimana maksud abang?”

“ abangmu  ini tak pernah membawa-bawa emosi dalam menghadapi problem. Bahasa kerennya abang tuh gak bemper frank” jawab ucok sedikit intelek.

“baper bang baper, bukan bemper”.

“nah itu, bemper eh baper maksudku”

“terus”

“abang selalu berpikir sebelum bertindak ataupun berkata. Abang tak akan berpihak kepada mereka yang sedang berselisih meski abang tahu bahwa sebenarnya ada satu pihak yang benar dan satu lagi pihak yang salah”. Ucok mulai mengintai es teh manis frangky.

“nah, terus gimana bang?”. Franky meneguk habis es teh manis yang mulai diintai ucok
“abang Cuma ajak mereka ngopi di warung , beres deh”

“serius bang”

“serius, dua rius malah. Abang ajak mereka duduk bersama. Abang dengarkan curahan hati mereka. Pihak yang benar abang nasehati agar jangan menyalahkan yang lain. Pihak yang salah pun tak serta merta abang salahkan tapi abang akan berusaha memberikan pengertian secara persuasif agar kembali ke jalan yang benar” jelas ucok berlagak mirip ustad.

“kok gitu bang”

“kalo abang emosi dan salah satu pihak merasa tersakiti, ya kacau lah jadinya, hancurlah persatuan dan kesatuan.  buyar lah perkumpulan  kuli di tanjung priuk.  bisa-bisa aku dipecat jadi menantu sama mertuaku gara-gara jadi pengangguran”. Jelas ucok

“selama masih bisa dibicarakan ya kita bicarakan, toh kita semua ini kan punya tujuan yang sama . tak perlu lah acara bemper-bemperan segala” sambung ucok

“baper bang, baper”

“nah itu maksudku, kalo pemimpinnya baper gimana mau ngurus rakyatnya. Sebentar-sebentar emosi, sebentar-sebentar menyalahkan orang lain. Padahal yang disalahkannya itu rakyatnya sendiri. kalo rakyatnya ada salah ya berarti pemimpinnya lebih bersalah.” Mahaguru ucok menjelaskan.

“kau lihat kereta api. Kenapa dia disebut kereta api? Apa lah gunanya lokomotif tanpa gerbong, begitu juga sebaliknya apa lah gunanya gerbong tanpa lokomotif”. Bijak ucok  bak filusuf dari yunani.

Tiba-tiba saja bibir ucok tersenyum, matanya menangkap sesosok bakwan yang disembunyikan franky.

“ayo kerja, udah lah  jangan bemper kau!”. Bilang ucok sambil menyambar bakwan intaiannya.
(bersambung)


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part 3 : Konspirasi Global Organisasi Dodol

Teori Perkembangan Peserta Didik

Fabel : Kera Bertanduk Rusa