Part 5 : KOnspirasi Global Organisasi Dodol



“ bang , aku pengen bikin organisasiku berkembang. Gimana caranya ya bang?” tanya franky pada bang Ucok
“gampanglah”. Jawabnya enteng
“gimana bang?”
“Kau tiup nanti juga dia berkembang. Hahahahaa”
“ciusss bang?”
“ciuus lah, tak semua kalimat harus kau artikan secara normatif.  coba kau pahami maknanya”
“duuh, kagak ngerti bang”
“kau ini, katanya mahasiswa. Tapi tak mampu menangkap bahasa aku. Payah kau”
“maklumlah bang, mahasiswa kerupuk.hahahahahaa” canda Franky
“abang mau jelasin sama kau, tapi ada syaratnya"
‘apa bang?”
“es teh manis dan 4 buah bakwan. Gimana?”
“siap lah bang”
Franky pun berjalan menuju warung depan pabrik kerupuk. Mpok Romlah sang empu warung menyambutnya.
“mau pesan apa nak franky?” sapa mpok Romlah
“es teh manis dua, bakwan empat. Bang ucok ya mpok nanti yang bayar”
setelah mendapatkan pesanannya dengan penuh semangat franky bergegas menuju kursi tempat bang ucok duduk.
“niihh bang, pesenan buat abang tercinta sudah datang”
“nah mantap niih, abang semangat kalo giniii” sambil meneguk es teh yang baru dipesan atas namanya. Hihihihi....

Setelah memakan beberapa bakwan, bang ucok menyerahkan sebuah artikel  pada Franky.  
“kau baca, kau pahami.”  Dia berlalu pergi.
" yah si abang, kirain mau cerita. malah ngasih artikel". keluh franky kecewa. Namun apa boleh buat. tiada rotan akar pun jadi. tak ada salahnya juga membaca artikel dari bang Ucok. 
 ***
Latar belakang :
“Setiap organisasi berdiri pasti memiliki tujuan dan sasaran yang hendaknya dijiwai oleh Visi dan diimplementasikan melalui misi. Kemampuan mengharmoniskan ke empat aspek diatas akan membuat sebuah organisasi berkembang dengan baik. Namun apa jadinya ketika Visi tidak disertai implementasi misi yang baik, atau sebaliknya apa jadinya jika Misi yang dilaksanakan ternyata tidak searah dengan Visi yang ditetapkan?

Contoh Masalah
Sebuah organisasi kampus keguruan misalnya memiliki Visi untuk mewujudkan mahasiswa yang mandiri , inovatif dan berkarakter. Adapun misinya adalah mengembangkan pola berfifkir kritis kepada anggota –anggotanya. Sampai disini so far so good karena pembiasaan berfikir kritis akan mewujudkan sebuah karakter mandiri dan inovatif. Sekarang masuk ke pelaksanaan apakah Misi yang diimplementasikan dalam program kerja berjalan searah menuju perwujudan sebuah Visi?

Dalam program kerja sebuah organisasi telah ditetapkan bahwa divisi A akan mengadakan suatu seminar bertaraf nasional. So far so good cocok lah sebagai sarana mengembangkan pola pikir kritis. Seminar tersebut dilaksanakan atas usulan pihak lain atau terinspirasi yang menjurus plagiasi alias asal jiplak. Nah, Mulai agak belok nih dari Visi mandiri tadi. Kemudian  organisasi menerima usulan tersebut dan mengadopsinya sebagai program kerja, nah mulai keliatan ga inovatif nih masa program kerja harus bergantung alias nebeng usulan pihak lain. Setelah diperhitungkan kebutuhan kuota dan pengeluaran kegiatan maka organisasi ‘memaksa’ seluruh anggotanya mengikuti kegiatan tersebut tanpa memperhitungkan kodisi sosioekonomi, tuh udah mulai gak berkarakter banget, pemaksaan kehendak kepada orang lain bertentangan dengan pancasila  sila ke 4 butir ke 2 bro.

Pembahasan
 1. Kegiatan yang diusung dalam program kerja sejatinya memerlukan pemikiran yang matang dan realistis sehingga tujuan yang hendak dicapai dapat terwujud. Matang dalam perencanaan meliputi aspek materil penyelenggaraan , substansi tujuan , jumlah sasaran dan produk yang dihasilkan. Adapun realistis adalah kepekaan dalam melihat situasi real di lapangan(umumnya terkait kondisi sosioekonomi).

2. usulan pihak lain dalam program kerja memang layak dipertimbangkan jika itu sejalan dengan misi sebuah organisasi. Namun alangkah baiknya jika sebuah organisasi mampu membuat program kerja sendiri tanpa bergantung pihak lain karena hanya organisasi itu sendiri lah yang dapat mengukur berapa besar kemampuannya.

3. implikasi dari program kerja yang mengadopsi dari pihak lain mendorong terjadinya sebuah enforcement negatif ketika standar yang harus dipenuhi terlalu tinggi bagi organisasi nya.

Solusi
Pengurus organisasi harus mengurangi program kerja yang bersifat insidentil selain karena anggaran yang dibutuhkan juga mengenai efektifitas tujuan yang hendak dicapai. Organisasi kampus apalagi keguruan harus mengedepankan asas pembiasaan karena karakter tak akan terwujud tanpa adanya pembiasaan yang mengarah menuju budaya. Sebagai contoh adalah :
a. membiasakan diri anggota untuk mengaktualisasi diri melalui berbagai kegiatan literasi
b. melemparkan masalah atau topik yang hangat diperbincangkan untuk ditanggapi oleh anggota melalui lomba kegiatan penelitian atau debat terbuka antar kelas.
c. bekerjasama dengan pihak lain untuk mengadakan event yang membutuhkan biaya besar.
d. permohonan kepada pihak kampus/universitas untuk melengkapi sarana yang mendukung program kerja organisasi.  
e. bhakti sosial yang dilakukan secara rutin.

Kesimpulan
Visi adalah suatu keadaan ideal yang dicita-citakan oleh sebuah organisasi. Untuk mencapainya diperlukan misi yang searah dan diimplementasikan dalam program kerja yang tersusun secara skematis dan terukur. Dalam kasus diatas dapat diketahui bahwa misi yang diimplementasikan melalui program kerja tidak memiliki ukuran yang jelas sehingga cenderung mendorong terjadinya enforcement yang berdampak pada stagnanisasi organisasi”

Franky pun menyeka keringat dikeningnya. Ternyata bang Ucok yang hanya lulusan Sekolah Dasar lebih memahami kehidupan berorgansasi daripada dirinya yang mahasiswa.  

“wooiiii  baaanggg,... awas hujaaann!!” segelas air menampar muka franky.  Bocah bertubuh gendut  terduga pelaku itu lari terbirit-birit kedalam pabrik.

“ehh kamprett lu tong.. awas lu yaa....!!” franky mengejarnya.

(bersambung)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part 3 : Konspirasi Global Organisasi Dodol

Teori Perkembangan Peserta Didik

Fabel : Kera Bertanduk Rusa